Pertobatan Yang Sejati

Sampai sini kita sudah tahu bahwa Yehuda telah diselamatkan oleh karena iman dan pengakuannya dan tentu saja yang pasti oleh karena kasih karunia Allah. Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana hidup Yehuda setelah itu? Alkitab mencatat cerita yang cukup panjang yang bisa kita gali tentang kehidupan Yehuda setelah apa yang ia alami. Dalam bab sebelumnya dijelaskan bahwa Firman Allah tidak pernah salah dan Allah tidak berfirman dengan tidak sengaja bahkan termasuk urutan dari Firman yang diucapkan Allah, tidak pernah salah dan tidak pernah tanpa maksud. Ada maksud ilahi ketika cerita Yehuda dan Tamar disisipkan diantara cerita Yusuf. Nama Yehuda tidak keluar dalam 4 pasal berikutnya. Hanya kisah Yusuf yang diceritakan dalam kejadian 39, 40, 41, dan 42. Tidak dapat dijelaskan apa yang terjadi di masa itu dengan kehidupan Yehuda dan keluarganya. Tidak banyak juga catatan mengenai hal ini. Namun, satu hal yang pasti, ada proses pembentukan sehingga Yehuda yang “lama” telah dibaharui oleh Roh Allah sehingga ada sebuah kehidupan yang begitu kontras dengan hidupnya yang lama.

Nama Yehuda baru keluar lagi di dalam Kejadian 43. Ketika itu, keluarga Yakub telah pergi ke Mesir untuk membeli gandum. Namun, Simeon ditahan oleh Yusuf sebagai jaminan bahwa keluarga Yakub harus kembali lagi ke Mesir dengan membawa Benyamin. Karena Yusuf ingin melihat Benyamin yang adalah satu-satunya saudara yang lahir dari ibu yang sama dengan dia. Para anak-anak Yakub kembali dan menghadap Yakub dengan tertunduk lesu. Mereka tidak mengharapkan kejadian seperti ini. Mereka dituduh dan sekarang saudara mereka ditahan bahkan mereka juga harus membawa adik bungsu mereka. Continue reading “Pertobatan Yang Sejati”