6 Pertanyaan Yesus Kepada Murid-MuridNya Ini Bisa Kamu Renungkan

Yesus dan murid-muridNya berjalan bersama-sama selama kurang lebih 3.5 tahun. Di dalam perjalanan mereka, Yesus mengajarkan murid-muridNya secara khusus, mempersiapkan mereka untuk menjadi rasul yang membawa injil sampai ke ujung bumi. Alkitab mencatat beberapa percakapan antara Yesus dengan murid-muridNya dan beberapa kali Yesus bertanya kepada murid-muridNya. Dan bayangkan pertanyaan yang Yesus ajukan ini, Dia tanyakan kepadamu secara pribadi, apa jawabmu?

1. Mat 8:26  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”

240px-rembrandt_christ_in_the_storm_on_the_lake_of_galilee
Gambar 1. Angin Ribut

Murid-murid sedang berada di atas sebuah kapal, kemudian terjadi angin ribut. Alkitab tidak mencatat seberapa besar angin ribut tersebut, tapi untuk seorang nelayan, yang sudah terbiasa di laut, seharusnya tidak menjadi masalah jika menghadapi angin ribut yang biasa. Tetapi yang terjadi adalah para nelayan tersebut begitu ketakutan dan membangunkan Tuhan Yesus yang sedang tidur sambil berkata “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Sebuah angin ribut yang berpotensi membinasakan mereka semua, bukan angin ribut yang biasa pastinya. Yesus bangun, bertanya kepada mereka, kemudian Ia menghardik angin tersebut dan angin tersebut menjadi reda. Seringkali kita mengalami badai, angin kehidupan yang begitu keras sampai mungkin kita berteriak sama seperti murid-murid Tuhan Yesus. Tapi sebelum Ia meredakan badai tersebut, Ia ingin mendapati iman, karena itulah Ia bertanya, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Apa jawabmu jika di tengah pergumulan beratmu, Yesus bertanya hal ini?

 

2. Mat 15:34 Kata Yesus kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?”

jesand5000_c-800
Gambar 2. Yesus Memberi Makan

Tuhan Yesus ingin memberi makan 4000 orang. Ia ingin melakukan mujizat yang besar di antara mereka. Ketika itu, yang dilakukan oleh Yesus adalah bertanya kepada murid-muridNya. Para murid menjawab dan memberikan tujuh roti dan beberapa ikan kecil yang mereka miliki, mereka memberikan semuanya kepada Tuhan. Dan setelah itu, mujizat terjadi, 4000 orang bisa makan dan ada sisa tujuh bakul penuh. Seringkali kita mengharapkan mujizat datang begitu saja seperti sebuah sulap tanpa kita melakukan apa-apa. Tapi yang Tuhan mau adalah kita melakukan apa yang bisa kita lakukan, memberikan kepada Tuhan apa yang bisa kita berikan. Disaat ini, ketika kita mengharapkan terjadi mujizat, terjadi pekerjaan besar Yesus atas hidup kita, Yesus bertanya pertanyaan yang sama seperti yang Ia tanya kepada murid-muridNya,”Berapa roti ada padamu?” “Apa yang kamu miliki? Apa yang kamu bisa lakukan?” Lakukan itu dengan penuh iman, maka pekerjaan besar akan terjadi lewat hidupmu.

3. Mat 16:15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

jesus-who-do-u-say-i-am
Gambar 3. Siapa Yesus Untukmu?

Sebelumnya, di ayat 13, Yesus bertanya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Murid-murid menjawab dengan semua informasi yang mereka tau, dengan pendapat yang berbeda, mereka memberikan jawaban atas pertanyaan Yesus. Setelah itu, Yesus bertanya pertanyaan yang lebih personal. “Tetapi, apa katamu, siapakah Aku ini?” Ia tidak bertanya, kata orang lain, tapi Ia bertanya secara pribadi. Dan Ia juga bertanya secara pribadi kepadamu. Mungkin kita bisa jawab “Kata pendeta saya, Yesus itu Tuhan, kata orang tua saya, Yesus itu juruselamat, kata teman saya, Yesus itu seorang nabi.” Tapi, secara pribadi, Yesus bertanya kepadamu “Katamu, siapakah Aku ini?” Siapa Yesus untukmu secara pribadi? Apakah Ia juruselamatmu? Mengapa kamu bisa menjawab demikian? Pertanyaan ini perlu direnungkan, siapakah Yesus untuk aku?

 

4. Mat 26:40b Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

jesus-praying-wallpaper
Gambar 4. Yesus di Taman Gestemani

Yesus sedang berdoa di Taman Getsemani di detik-detik akhir sebelum Ia akan disalibkan. Ia mengajak 3 orang muridNya untuk berdoa bersama-sama denganNya di Taman Gestemani. Yesus meminta mereka berjaga-jaga, sementara Yesus berdoa kepada Bapa. Tapi ketika Yesus kembali untuk melihat apakah para murid ini sedang berdoa, Ia mendapati ternyata bukannya berdoa, para murid ini sedang tidur. Yesus membangunkan mereka, dan bertanya “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Pertanyaan yang sama diajukan juga untuk diri kita sendiri. Mungkin begitu lelah, begitu ngantuk ketika berdoa, atau hal lainnya menjadi penghalang untuk kita berjaga-jaga. Yesus bertanya pertanyaan ini kepada kita supaya kita juga bisa berjaga-jaga agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan.

 

5. Yoh 6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”
Yesus baru saja selesai berkhotbah mengenai diri-Nya, sebuah pesan yang keras dan membuat banyak pendengar disana menjadi mudur (Yoh 6:66). Tidak lama setelah banyak yang mundur, Yesus datang kepada murid-muridNya dan bertanya apakah mereka tidak mau pergi juga? Pertanyaan ini perlu kita renungkan. Ada begitu banyak orang yang pada akhirnya mundur di dalam ikut Tuhan Yesus. Orang-orang yang pada awalnya melayani dengan luar biasa, kemudian mulai meredup dan terhilang, sering menimbulkan satu rasa pesimis dalam daging untuk ikut juga meninggalkan Tuhan. Bagaimana jika banyak teman pelayananmu mulai mundur, kemudian Yesus datang dan bertanya kepadamu,”Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Apa yang akan menjadi jawabanmu? Saya berdoa supaya kita bisa memberikan jawaban seperti apa yang Petrus jawab terhadap pertanyaan Yesus:

Yoh 6:68-69 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

6. Yoh 21:17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”
Salah satu pertanyaan terbesar di alkitab.  Petrus dan rekan-rekannya sedang kembali menjala ikan. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib membuat mereka jatuh, mereka tidak percaya apa yang terjadi, iman mereka tergoncang, tapi Yesus datang kepada mereka, setelah bangkit, Yesus menjumpai mereka satu per satu. Yesus secara khusus mendatangi mereka yang sedang seharian menangkap ikan dan tidak mendapatkan ikan, Yesus datang dan mengatakan perkataan yang sama seperti pertama kali mereka berjumpa. Yesus menguatkan mereka, mengingatkan mereka bahwa mereka adalah penjala manusia. Kemudian, secara khusus Petrus mendatangi Tuhan Yesus, Petrus dalam pertemuannya yang terakhir dengan Tuhan Yesus, adalah orang yang menyangkal Tuhan Yesus. Dan Tuhan Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus, sama seperti Petrus tiga kali menyangkal Tuhan Yesus. “Apakah engkau mengasihi Aku?” Pertanyaan yang sama Dia tanyakan juga kepada masing-masing dari kita yang adalah murid-muridNya. “Apakah engkau mengasihi Aku?” Jika jawaban kita “Iya”, maka kalimat berikutnya adalah, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Demikian beberapa pertanyaan yang Yesus pernah ajukan kepada murid-muridNya, pertanyaan-pertanyaan yang juga bisa kita renungkan. Selamat merenung 🙂

Sumber:
Gambar utama

Gambar 1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f3/Rembrandt_Christ_in_the_Storm_on_the_Lake_of_Galilee.jpg/240px-Rembrandt_Christ_in_the_Storm_on_the_Lake_of_Galilee.jpg
Gambar 2. http://bibleencyclopedia.com/picturesjpeg/Jesand5000_C-800.jpg
Gambar 3. http://www.sahayaselvam.org/wp-content/uploads/2013/06/Jesus-who-do-u-say-i-am.jpg
Gambar 4. http://3.bp.blogspot.com/-PoQ9gJRl1wE/TyNs8W4OXPI/AAAAAAAABhs/wDarJXVVisM/s1600/Jesus-Praying-Wallpaper.jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s