Dibesarkan Oleh Ayah Yang Tidak Peduli

Yakub, ayah dari Yehuda adalah seorang yang sangat egois. Berbeda dengan Abraham, Yakub memiliki watak yang sangat buruk. Semua watak Yakub bermula di rumah Ishak dan Ribka. Yakub adalah anak kesayangan Ribka, sementara Ishak lebih menyayangi Esau. Yakub kecil tumbuh menjadi seorang pribadi yang manja. Beberapa kisah Yakub menjelaskan secara jelas bagaimana watak dari Yakub. Pertama, Yakub ketika mendapatkan Lea, tidak menjadi puas dan terus menerus mengejar Rahel tanpa pernah memikirkan perasaan Lea. Kita melihat seorang laki-laki yang egois dan hanya peduli dirinya sendiri, tidak peka terhadap orang lain. Cerita lainnya, yaitu ketika Rahel meminta anak dari Yakub, Yakub lebih memilih untuk marah (Kej 30:2) dan bukannya berbicara baik-baik dengan Rahel. Dibesarkan sebagai anak yang kekurangan figure seorang ayah, Yakub pada akhirnya tidak dapat menjadi ayah yang baik. Yakub tidak mengerti bagaimana menjadi ayah yang baik dan Yakub berpikir bahwa ayah yang baik adalah ayah yang pilih kasih, sama sepert Ishak, ayahnya yang pilih kasih dan lebih menyayangi Esau daripada Yakub. Pada akhirnya ketika kita menjadi seorang ayah nantinya, janganlah menjadi ayah yang pilih kasih, karena ketika ada pilih kasih, ketika lebih mengasihi satu anak daripada anak lainnya, sebenarnya keluarga sedang berada di dalam bencana.

Sebelum melanjutkan baca, untuk melihat part 1, bisa diklik disini.

Jadi Yehuda, anak keempat dari pernikahan Yakub dan Lea adalah korban dari ayah yang pilih kasih. Yakub mengasihi Yusuf lebih daripada semua anak-anaknya yang lain. Yakub tidak peduli dengan anak-anaknya yang lain. Yehuda dibesarkan oleh ayah yang bahkan tidak mengasihinya. Seorang ayah yang jangankan menjadi teladan, bahkan mungkin ini seorang ayah yang tidak mengingat ulang tahunnya, ayah yang tidak peduli akan hidupnya, anak yang membutuhkan kasih yang nyata, akhirnya tidak mendapatkan kasih tersebut dari figur ayahnya. Maka besarlah Yehuda dan saudara-saudaranya di dalam rumah yang kehilangan figur seorang ayah.

Suatu saat, Ruben, anak sulung dari Yakub, melakukan suatu kasus yang sangat mengerikan. Ruben tidur, bersetubuh dengan Bilha, gundik ayahnya (Kej 35:22). Ini adalah peristiwa yang sangat mengerikan. Bahkan di zaman itu, ini bukan sesuatu yang wajar dilakukan. Hal ini hanya bisa terjadi ketika seorang ayah adalah ayah yang tidak peduli, ayah yang egois, dan tidak menjaga ataupun mengajarkan anak-anaknya hal yang baik. Kesalahan tidak sepenuhnya karena Ruben, tetapi sebenarnya Yakub adalah sumber utama dari kejadian ini. Figur yang berbeda ditunjukkan oleh kakek dari Yakub, yaitu Abraham. Abraham adalah seorang yang sangat mengasihi anaknya, Ishak. Ishak sangat penuh dengan kasih dari bapa. Bahkan Ishak tidak peduli kalaupun ia tidak memiliki istri karena Ishak sudah cukup merasakan kasih dari Abraham. Abraham sendiri yang akhirnya berinisiatif mencari istri untuk Ishak. Bertolak belakang dengan Ishak, Yakub tidak mampu memberikan kasih kepada anak-anaknya. Ruben akhirnya mencari kasih di tempat lain, dan salah satu pelampiasan Ruben adalah dengan meniduri Bilha, gundik dari Yakub.

Sedikit mundur ke belakang, ada hal mengerikan lain yang terjadi yaitu ketika Dina, anak perempuan Yakub diperkosa oleh Sikhem (Kej 34). Yakub memilih untuk diam akan peristiwa tersebut. Yakub tidak menjelaskan kepada anak-anaknya kejadian ini. Lagi-lagi Yakub memilih untuk tidak mencari masalah, lebih memilih untuk tidak peduli akan anak-anaknya. Alhasil, Lewi dan Simeon, menipu penduduk kota tersebut, membunuh mereka semua dan menjarah harta mereka. Ini adalah sebuah tindakan yang sangat keji, sebuah tindakan yang sangat tidak patut untuk dilakukan dan mengapa hal ini bisa terjadi? Mudah, karena mereka tidak mendapatkan kasih dari Yakub. Iain Duncan Smith, mengatakan mengenai hal ini. “Seorang anak yang berasal dari broken home, 9 kali lebih banyak melakukan tindakan kriminal.” “7 dari 10 orang kriminal yang ada, berasal dari keluarga yang rusak.”2 Pada akhirnya kita tidak bisa mengabaikan suatu fakta bahwa Simeon dan Lewi juga melakukan kesalahan bukan hanya karena diri mereka, tetapi karena Yakub yang tidak bisa mengajarkan mereka untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan kasih kepada mereka.

b04ec358b79070f243abeca06f483353
Gambar 1. Broken Home

Kita perlu mengerti bahwa Yehuda dibesarkan di keluarga yang demikian. Seorang kakak tertua yang bersetubuh dengan gundik ayahnya, dan kedua kakak yang dengan mudah membunuh satu kota karena tidak bisa menahan amarah dan tidak mau memaafkan. Hal yang wajar apabila Yehuda juga menjadi pribadi yang seperti mereka. Bahkan figur teladan tidak didapatkan Yehuda dari kakak-kakaknya. Firman Tuhan katakan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Yehuda yang berada di lingkungan yang buruk, menyebabkan dirinya menjadi pribadi yang buruk juga. Sekalipun Lea adalah seorang ibu yang baik, pada akhirnya itu tidak cukup, karena biar bagaimanapun dibutuhkan figur seorang ayah untuk membimbing anak-anaknya.

Ketika seseorang mengalami kerusakan hati bapa, ketika rusak hidup seseorang karena kekurangan kasih dari bapa, sesungguhnya hanyalah Bapa di surga yang mampu memulihkan. Usaha manusia tidak akan bisa berguna, hanya Bapa yang sanggup menjamah hati yang telah begitu rusak. Dan tanpa pemulihan dari Tuhan, maka seorang anak yang rusak hati bapa, ketika menjadi seorang bapa, akan menjadi bapa yang akan merusak hati anaknya. Itu tidak dapat dicegah, kecuali Tuhan mengerjakan pemulihan. Pada akhirnya luka yang pernah ada di hati Yehuda yang ditimbulkan oleh Yakub, luka tersebut membuat Yehuda memilih mengurus anak-anaknya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh Yakub terhadap dirinya. Anak-anaknya Yehuda pada akhirnya juga tumbuh menjadi anak yang jahat di mata Tuhan.

Kej 38:7  Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.

Kej 38:10  Tetapi yang dilakukannya (Onan, anak kedua Yehuda) itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.

Jika anda adalah seorang ayah atau berniat menjadi ayah, maka adalah hal yang harus dan hal yang wajib untuk anda mengasihi anak-anak anda dan mengajar mereka untuk hidup di dalam Firman Tuhan dan menaati Tuhan. Janji Tuhan harus penuh di dalam pikiran mereka. Kita tidak bisa hanya menjadikan mereka sebagai anak jasmani, mereka juga harus kita jadikan anak rohani kita. Seorang ibu, seorang pembimbing rohani pernah berkata kepada saya, ”Ketika dulu saya hamil, setiap kali saya akan pujian penyembahan atau ketika saya mau berdoa, saya pegang perut saya dan saya bilang ayo nak kita memuji Tuhan. Transfer roh harus dilakukan bahkan sejak anak berada di dalam kandungan.” Sebagai seorang ayah, kita perlu mengajar anak-anak kita untuk menjadi anak-anak yang mengasihi dan mencintai Tuhan, itulah tujuan utama dari memiliki seorang anak, yaitu supaya anak-anak kita juga bisa memuliakan Allah. Banyak hamba Tuhan yang terjebak di masalah ini. Ketika mereka berpikir bahwa mereka mengasihi jiwa-jiwa di luar sana, tetapi anak-anak, istri, keluarga terdekat mereka, tidak mereka ajar untuk mengasihi Tuhan, pada akhirnya, tidak sedikit hamba Tuhan yang mengalami kerusakan dalam rumah tangga, anak-anak yang mengalami masalah, istri yang memberontak, dan pada akhirnya keluarga mengalami kerusakan. Dan yang terpenting lainnya, jangan menjadi ayah yang pilih kasih atau memfavoritkan satu anak lebih dari anak lainnya. Tetapi, kasihilah mereka dengan kasih yang dari Allah, bukan dengan kasih manusia. Edward Louis Cole pernah berkata, “Perkara yang terbesar yang bisa dilakukan oleh seorang ayah bagi anak-anaknya adalah dengan mengasihi ibu mereka.”3 Karena ketika kita mengasihi istri kita, pada akhirnya anak-anak melihat suatu teladan yang nyata, sebuah kasih yang nyata.

maxresdefault
Gambar 2. Keluarga Yang Mengasihi Tuhan

Inilah yang menjadi dasar ketika Tuhan menurunkan hukum taurat untuk Bangsa Israel, salah satu pesan Tuhan yang begitu penting dan sangat jelas harus dilakukan, dituliskan oleh Musa dalam kitab

Ulangan 32:45-46

“berkatalah ia kepada mereka: “Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini. Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.”

Melalui Musa, Tuhan memerintahkan kepada umat Israel untuk mengajarkan hukum taurat kepada anak-anak mereka supaya anak-anak mereka melakukan dengan setia segala perkataan yang terdapat di dalam hukum taurat. Sejak semula, Tuhan menginginkan agar anak jasmani anda juga menjadi anak rohani anda. Laki-laki, seorang suami harus menjadi imam di rumah.

Harus ada seorang imam di dalam keluarga saudara dan Allah sudah menentukan hal itu untuk diperankan oleh kaum pria. Entah saudara seorang murid sekolah Alkitab atau tidak, bila saudara seorang pria, saudara adalah seorang imam. Ketika saudara mempercayai hal ini, terimalah, hiduplah di dalamnya, atau bila tidak, abaikan saja – tetapi, ingatlah saudara adalah seorang imam. Adalah tugas seorang imam untuk tidak hanya melayani Tuhan, tetapi juga dipercayai untuk melayani orang-orang yang menjadi tanggungannya. Artinya, seorang pria harus bisa melayani isteri dan anak-anaknya.4

Ada begitu banyak pria yang tidak dibesarkan dengan baik oleh ayahnya. Daud adalah salah satu contoh anak yang tidak dibesarkan dengan baik oleh orang tuanya. Daud ditolak oleh ayahnya. Ketika Samuel datang ke rumah Isai untuk memilih raja, bahkan Daud masih berada di padang, Daud tidak masuk hitungan oleh ayahnya sebagai seseorang yang cocok untuk menjabat sebagai raja. Tetapi Daud memiliki kasih dari Bapa Surgawi. Dalam salah satu mazmurnya, Daud mengungkapkan:

Mzm 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Namun demikian, kasih dari bapa dan ajaran dari bapa yang tidak baik membuat Daud juga tidak memiliki keluarga yang baik. Di akhir-akhir hidupnya, anaknya ingin membunuh Daud, keluarga Daud berantakan. Anak-anaknya kehilangan figur seorang ayah yang baik sehingga anak-anaknya hidup tidak sama seperti Daud.

Kol 3:20-21 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, memberikan nasihat mengenai hubungan antara ayah dan anak, yaitu bahwa seorang anak harus menaati orang tua dan seorang ayah atau bapa janganlah menyakiti hati anak.

silhouette-1082129_960_720
Gambar 3. Ayah dan Anak

Dr. Tim La Haye dalam bukunya yang berjudul You and Your Family, memberikan diagram silsilah dua orang yang hidup pada abad 18. Yang pertama adalah Max Jukes, seorang penyelundup alkohol yang tidak bermoral. Yang kedua adalah Dr. Jonathan Edwards, seorang pendeta yang saleh dan pengkhotbah kebangunan rohani. Jonathan Edwards ini menikah dengan seorang wanita yang mempunyai iman dan filsafat hidup yang baik. Melalui silsilah kedua orang ini ditemukan bahwa dari Max Jukes terdapat 1.026 keturunan: 300 orang mati muda, 100 orang dipenjara, 190 orang pelacur, 100 orang peminum berat. Dari Dr. Edwards terdapat 729 keturunan : 300 orang pengkhotbah, 65 orang profesor di universitas, 13 orang penulis, 3 orang pejabat pemerintah, dan 1 orang wakil presiden Amerika.5

Pada akhirnya peran dari keluarga sangatlah penting untuk pertumbuhan seseorang baik itu secara jasmani maupun secara rohani. Jadi, jika anda seorang pria, persiapkan diri anda sebaik mungkin menjadi seorang ayah yang dapat membawa keluarga untuk dekat dengan Tuhan dan jika anda seorang wanita, pilih seorang pria yang mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi imam dalam keluarga.

Sumber:
2 http://www.telegraph.co.uk/news/politics/8109184/Children-from-broken-homes-nine-times-more-likely-to-commit-crimes.html
3 Edward Louis Cole, Kesempurnaan Seorang Pria, hal 147
4 Edward Louis Cole, Kesempurnaan Seorang Pria, hal 80
5 http://artikel.sabda.org/kehidupan_bersama_dalam_keluarga_kristen
Gambar 1. https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/564x/b0/4e/c3/b04ec358b79070f243abeca06f483353.jpg
Gambar 2. https://i.ytimg.com/vi/vakY7oyKLx0/maxresdefault.jpg
Gambar 3. https://pixabay.com/static/uploads/photo/2015/12/08/00/52/silhouette-1082129_960_720.jpg

Advertisements

3 thoughts on “Dibesarkan Oleh Ayah Yang Tidak Peduli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s