Dilahirkan Dari Keluarga Yang Tidak Harmonis

Pertama kali mendengar kata Yehuda, apa yang terlintas di pikiran anda? Salah satu suku di Israel? Salah satu nenek moyang dari Tuhan Yesus? Ya, anda benar. Itulah Yehuda. Saya akan bercerita sedikit mengenai siapa itu Yehuda. Lahir sebagai anak ke-4 dari sepasang suami istri, Yakub dan Lea, Yehuda lahir dari seorang ayah yang memiliki 2 istri. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa Yakub lebih mengasihi Rahel daripada Lea (Kej 29:30). Mungkin Lea hamil bukan buah dari cinta Yakub kepada Lea. Tapi Tuhan membela Lea, Tuhan membuka kandungan Lea. Jelas, Tuhan tidak pernah salah, Ia memiliki rencana yang indah bagi keluarga ini. Anak pertama Lea diberi nama Ruben, firman Tuhan mengatakan bahwa ketika memberi nama kepada anak ini, Lea berkata, “Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.” (Kej 29:32). Jelas sekali seruan hati dari Lea, seseorang yang dilupakan oleh Yakub. Lea bahkan berkata bahwa ia mengalami kesengsaraan. Saya dapat membayangkan mungkin Lea melihat Yakub bermesraan dengan Rahel, Lea begitu iri, hatinya begitu sakit karena tidak mendapat cinta dari Yakub, mungkin Lea hanya disuruh-suruh saja oleh Yakub dan Rahel, dan sebagainya. Saya pernah melihat film di TV tentang seorang yang berpoligami dan memiliki istri muda dan akhirnya istri tuanya hanya jadi seperti pembantu saja. Mungkin ini gambaran yang tepat yang menggambarkan kondisi Lea di keluarga Yakub. Bahkan dalam Kej 29:31, kata “tidak dicintai”, dalam bahasa aslinya ditulis śânê’ yang artinya hated. Bukan hanya tidak dicintai, tetapi bahkan dibenci. Sungguh mengerikan hari-hari Lea ketika dia harus mencintai laki-laki yang bahkan tidak mengasihi dia sedikitpun. Mungkin anak-anak ini adalah anak-anak yang lahir hanya karena nafsu birahi dari Yakub, bukan karena hubungan cinta Yakub kepada Lea.

Anak kedua Lea bernama Simeon, dan ketika memberi nama anak ini, Lea berseru,”Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku.”  Dan sama seperti pengertian sebelumnya, bahwa maksud dari kata tidak dicintai adalah dibenci. Kita bisa melihat bahkan kelahiran Ruben tidak membuat kondisi Lea lebih baik di mata Yakub. Karena sampai kelahiran anak kedua, Lea tetap dibenci oleh Yakub. Oleh karena itulah, Lea menamai anak kedua Simeon. Namun tampaknya setelah kelahiran anak kedua, Yakub semakin lebih baik kepada Lea. Hal ini terlihat dari anak ketiga Lea yang diberi nama Lewi. “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya.” Terlihat bahwa Yakub semakin dilembutkan hatinya, mungkin Yakub jadi sering memberi perhatian kepada Lea dan anak-anaknya. Hal ini terlihat juga dari respon Rahel. Ketika anak pertama dan kedua lahir, Rahel tidak banyak berkomentar. Barulah setelah kelahiran anak keempat (Yehuda), Rahel memberikan pernyataan yang sangat berani. Saya yakin bahwa di titik ini, mungkin Yakub mulai berkurang perhatiannya kepada Rahel dan lebih memperhatikan Lea dan anak-anaknya. Itulah yang menyebabkan pada akhirnya Rahel menjadi cemburu. Artinya, rencana Lea untuk membuat Yakub jadi perhatian kepadanya berhasil. Dan hal ini terbukti dengan kelahiran anak keempat yang diberi nama Yehuda, dimana Lea berkata “Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN.” Dan setelah Yehuda lahir, Lea tidak lagi melahirkan lagi untuk waktu yang cukup lama. Keempat anak pertama Yakub lahir dan ditutup dengan sebuah ucapan syukur dari Lea. Ada perubahan kondisi rumah tangga ketika itu. Lea tidak lagi mengalami sengsara seperti yang dulu pertama kali ia alami. Yakub menjadi lebih perhatian dengan Lea.

Sebelum kita melanjutkan mengenai kisah perjalanan hidup Yehuda, ada baiknya kita meninjau siapa orang tua dari Yehuda. Ayah Yehuda ialah Yakub. Yakub adalah seorang penipu, Yakub adalah seorang anak manja, Yakub bukanlah sosok seorang ayah yang hebat, Yakub bukanlah seorang teladan yang baik. Memiliki latar belakang yang tidak mengesankan, Yakub tidak bisa dikatakan sebagai seorang ayah idaman. Bagaimana dengan Lea? Lea adalah seorang wanita yang tertolak. Yakub tidak mencintai Lea, bahkan mungkin banyak laki-laki yang tidak menginginkan Lea, itulah mengapa Lea belum juga menikah sampai hari dimana ia bertemu Yakub. Yakub dan Lea, sepasang orang tua yang penuh dengan kekurangan, penuh dengan berbagai masalah, latar belakang yang tidak baik, dibentuk dari masa lalu yang buruk. Kedua orang inilah yang menjadi orang tua dari Yehuda.

Kita sedikit stop dulu membahas Yakub dan Lea. Sekarang, mari kembali membahas mengenai keluarga ini. Setelah Yakub lahir, firman Tuhan dalam Kejadian 30:1 mengatakan bahwa Rahel menjadi cemburu. Oleh karena ia cemburu, ia memberikan budaknya (Bilha) untuk bisa melahirkan anak laki-laki bagi Rahel. Singkat cerita, maka lahirlah Dan serta Naftali. Menarik sekali karena ketika Naftali lahir, Rahel mengatakan bahwa ia telah menang atas kakaknya. Karena kalau dilihat dari jumlah anak, jelas bahwa Lea menang dari Rahel. Sepertinya, ketika Rahel mengatakan bahwa ia menang, artinya Yakub kembali mengasihi Rahel lebih dari Lea. Mungkin di titik ini, di waktu-waktu ini, Lea dan anak-anaknya tidak lagi diperhatikan Yakub dan Yakub lebih memperhatikan Rahel. Disaat ini, sudah ada 4 anak Lea, termasuk Yehuda. Oleh karena itu, Lea segera mengambil tindakan supaya Yakub bisa kembali mengasihi dia. Lea memberkan Zilpa kepada Yakub supaya Zilpa melahirkan seorang anak untuk Lea. Pergulatan yang hebat, pertempuran antara dua orang istri yang memperebutkan cinta dari satu orang suami. Pesan sponsor, biar bagaimanapun bentuk poligami, pada akhirnya kita tidak pernah dirancang Tuhan untuk mencintai lebih dari satu istri, tidak akan ada poligami yang ideal, itu hanya ada di dalam layar kaca, tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata. Kembali lagi ke kisah Lea dan Rahel.

12sons_crop
Gambar 1: Anak-anak Yakub

Yehuda kecil hidup di dalam keluarga yang sama sekali tidak harmonis. Yehuda kecil melihat pertempuran antara ibunya dengan tantenya. Sebuah pergulatan yang hebat antara dua orang saudara yang dibesarkan di keluarga yang sama. Kalau saya jadi Laban, saya pasti sudah menyesal mengapa saya memberikan Lea kepada Yakub. Pergulatan ini pasti terjadi bukan hanya secara mental, dengan berlomba-lomba memiliki anak, tetapi juga pasti ada keributan di rumah. Mungkin Rahel membentak Lea, mungkin Lea membentak Rahel, dan seterusnya, sehingga terjadilah suasana yang sangat tidak ideal untuk seorang anak kecil dibesarkan. Anak-anak inipun dibesarkan dari lingkungan yang penuh dengan kekerasan.

Bagaimana dengan hidup anda? Mungkin anda juga berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Mungkin ayah anda memiliki istri simpanan ketika anda lahir. Ayah jarang pulang ke rumah, tidak ingat akan keluarganya, mabuk-mabukan, tidak peduli akan anak-anaknya. Ayah yang pulang hanya untuk marah-marah, kehidupan di rumah yang terasa seperti di neraka, penuh dengan bentakan, piring terbang kesana kemari, mungkin sampai saat ini bayangan ibu anda menangis karena dipukul oleh ayah anda masih ada di pikiran anda sampai saat ini. Sebuah kehidupan keluarga yang sungguh tidak ideal. Mungkin anda pernah berikrar bahwa suatu saat anda akan membunuh ayah anda karena sudah terlalu banyak kesakitan yang ditimbulkan oleh ayah anda. Atau mungkin anda pernah lari dari rumah karena tidak ingin berada di rumah yang hanya penuh dengan keributan. Bagaimanapun kondisi keluarga anda, satu hal yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Tuhan tidak pernah salah ketika Ia menempatkan anda, ketika Ia membuat anda lahir dari ayah dan ibu yang demikian. Ia tidak pernah salah atas hidup anda. Ia tempatkan anda di keluarga yang paling pas untuk anda hidup. Jika saja anda mengerti rancangan Tuhan atas hidup anda, pasti kemenangan akan anda peroleh.

Kabar baiknya adalah bahwa selalu ada jalan keluar untuk hidup masa lalu anda yang tidak baik. Selalu ada jalan untuk menempuh hari esok yang lebih baik. Jika anda berasal dari keluarga yang tidak baik, saya yakin pasti ada sakit hati yang dalam di dalam hati anda. Maka, anda bisa melakukan beberapa hal ini supaya ada hubungan di dalam keluarga yang diperbaharui:

  1. Sadarilah bahwa anda adalah orang yang penuh dengan dosa. Namun, sebesar apapun dosa anda kepada Tuhan, Ia mengampuni anda.

    Yes 1:18  Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

    Coba hitung seberapa besar dosa anda, dan bahkan sampai sebesar itupun, Tuhan mengampuni hidupmu. Mintalah kepada-Nya hati yang penuh dengan kasih, hati yang bisa mengampuni kesalahan sama seperti Tuhan mengampuni kesalahan. Ini hanya bisa dimulai dengan kesadaran bahwa anda telah diampuni oleh Tuhan.

    Mat 18:33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

  1. Terbukalah kepada orang lain. Terbuka bukan kepada sembarangan orang, tetapi kepada orang yang lebih dewasa dari anda, yang bisa membawa anda kepada jalan yang benar dan bukannya menyesatkan hidup anda. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.Yak 5:16  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.Jika tidak ada tempat untuk bercerita, datangi gereja setempat, bertemu dengan orang yang dapat anda percayai dan biarlah mereka mendoakan anda supaya anda dimampukan untuk memberikan pengampunan.
  1. Berdoalah bagi mereka dan yang terpenting adalah ampunilah ayah atau ibu anda atau siapapun yang telah menyakiti hati kalian.

    Mat 18:21  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
    Mat 18:22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

    Dalam sebuah pengajaran Yesus yang penuh dengan kasih. Ia mengajarkan kepada para pendengar-Nya untuk mengampuni. Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, ampunilah setiap kesalahan, sekecil apapun yang dibuat oleh teman kalian, termasuk kesalahan yang diperbuat oleh orang tua kalian. Kita perlu belajar mengampuni.

    Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future – Paul Boese

    Edward Louis Cole dalam bukunya menulis “Dalam memaafkan dosa seseorang, kita sebenarnya sedang membebaskan mereka, tetapi, bila kita tidak memaafkan mereka, dosa yang sudah ia lakukan itu akan tetap mengikatknya.”1

    Ya, langkah berikutnya setelah anda meminta hati anda dipenuhi dengan kasih adalah bahwa anda perlu mengampuni orang tua anda. Apapun yang telah ia lakukan terhadap hidup anda, ampunilah mereka. Masa lalu anda tidak berubah, tetapi masa depan anda akan jauh lebih baik. Seorang rekan pernah berkata kepada saya,“Luka di hati sebenarnya sama seperti luka di kulit. Jika kita biarkan itu terus terbuka, tidak kita bersihkan, tidak kita obati, maka akan bernanah, dan kondisinya akan semakin buruk, demikian juga dengan luka di hati, jika tidak kita obati, makan akan semakin buruk.” Rasa pahit di dalam hati tidak pernah memberikan dampak positif untuk hidup anda. Dan pengampunan adalah satu-satunya obat untuk luka di dalam hati anda. Tidak ada cara lain. Tidak cukup hanya dengan berdoa, anda perlu melangkah, temui orang tua anda dan katakan bahwa anda mengasihi mereka dan anda mengampuni setiap kesalahan yang telah mereka perbuat atas hidup anda. Lakukanlah dengan kekuatan yang diberikan oleh Bapa. Tanpa itu, anda tidak akan bisa melakukannya.

    forgive_vancouversun
    Gambar 2: Mengampuni Adalah Jalan Yang Terbaik

Suatu kali, saya pernah melayani seorang yang memiliki kepahitan dan sakit hati yang mendalam terhadap seseorang. Ia berasal dari pulau Kalimantan, pindah ke Sulawesi untuk melanjutkan kuliah. Tetapi ketika di Sulawesi, hidupnya begitu hancur, mulai diajak datang ke diskotik, mabuk-mabukan, dan suatu kali, seseorang mengajak dia untuk minum di diskotik. Ia minum sampai mabuk dan tidak sadarkan diri. Pagi harinya, ketika ia bangun, begitu kagetnya ia karena ia sedang berbaring di sebuah tempat tidur di sebuah hotel tanpa menggunakan pakaian sedikitpun. Dan ketika ia bangun, laki-laki tersebut sudah menghilang. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah ketika ternyata laki-laki yang memperkosa dia, adalah pamannya sendiri. Di titik tersebut, dia begitu putus asa, tidak masuk kuliah sampai berminggu-minggu, hanya duduk di kosannya, putus asa, tidak punya harapan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk bertobat dan percaya kepada Yesus. Saat bertemu dengan saya, ia adalah salah satu anggota aktif dari persekutuan mahasiswa Kristen di kampusnya. Tetapi pada saat itu, ketika ia bercerita, ia mengatakan bahwa ia tidak ingin mengampuni pamannya, bahkan berniat membunuh pamannya apabila bertemu suatu saat nanti. Saya ajarkan mengenai pengampunan, matanya mulai berkaca-kaca, saya mengerti ada penolakan di dalam hatinya, pasti adalah hal yang begitu berat untuk mengampuni. Saya bertanya,”Kamu mau mengampuni?” Dia terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Saya ajak dia berdoa, kami menyanyikan satu pujian, Tuhan menjamah hatinya dan saya meminta dia untuk mendoakan pamannya, memberkati pamannya dan dengan terpatah-patah akhirnya dia mengucapkan berkat dan mendoakan pamannya. Ketika ia menyimpan pahit hati atas pamannya, ada satu bagian di tubuhnya yang begitu sakit, sakit secara fisik, seperti ditekan sesuatu, dan dia alami hampir setiap hari. Namun, setelah ia mengampuni pamannya, keesokan harinya sakit tersebut pada akhirnya hilang dan ia bisa merasakan kesembuhan dari Tuhan.

Saya percaya bahwa Allah yang mengaruniakan kekuatan bagi kita untuk bisa mengampuni. Sesulit apapun kondisinya, sesakit apapun hati kita, tetapi kasih Allah tidak terbatas, bahkan tidak bisa dibatasi oleh hati kita. Percayalah ketika Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni, sebenarnya Ia sendiri yang akan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengampuni bahkan orang yang paling membuat kita sakit sekalipun.

If we really want to love, we must learn how to forgive – Mother Theresa

Lakukan ketiga langkah tersebut dan pastikan sakit hati dan pahit hati tidak lagi berkuasa atas hidup anda. Saya percaya Tuhan yang akan memberikan ada kekuatan untuk melakukan hal ini.

forgiveness1
Gambar 3: Mengampuni Membuat Kita Bertumbuh

to be continue

Sumber:
Gambar 1: 1.bp.blogspot.com/-j97K-pdqtE8/UGOCDPA7pGI/AAAAAAAABUU/ueuEazfL8O8/s1600/12+sons_crop.jpg
Gambar 2: https://verboscitech.files.wordpress.com/2014/10/forgive_vancouversun.jpg
Gambar 3: http://heartsteps.org/wp-content/uploads/2010/11/forgiveness1.jpg
1 Edward Louis Cole, Kesempurnaan Seorang Pria, hal 58

Advertisements

2 thoughts on “Dilahirkan Dari Keluarga Yang Tidak Harmonis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s